Saturday, June 25, 2016

Macam-macam Profesi Dalam Freelance Videografer



Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang apa saja yang bisa diekerjakan oleh seorang freelance videografer. Mari kita mundur sejenak, dari segi bahasa freelance videografer artinya adalah seseorang yang bekerja secara mandiri pada bidang videografi.
Seorang freelance videografer tidak melulu harus menjadi dokumenter untuk wedding. Jangan salah ada banyak hal yang pada masa sekarang bisa dilakukan seorang freelance videografer dengan alat-alat sederhana. Apa saja bidang yang bisa disasar freelance videografer, berikut kita simak bersama.




1.       VLog

Video Blogging atau VLog kini mememang menjadi tren baru di dunia videografi, tidak membutuhkan peralatan videografi tingkat dewa, anda sudah bisa memproduksinya dengan hanya bermodal kamera hape atau kalau mau bagusan bisa pakai action cam yang harganya di kisaran Rp600- 2 juta rupiah.
Menjadi sesuatu yang sedang kekinian alias tren, jelas berarti akan diburu orang. Meskipun bisa jadi Vlog ini musiman, namun tidak ada salahnya anda mencoba peruntungan di video jenis ini.

Kegiatan anda sehari-hari bisa menjadi bahan Vlog, jangan lupa pengambilan sudut atau angle yang menarik juga harus tetap anda pertahankan demi bisa menarik perhatian pemirsa.
Web berbagi video seperti Youtube atau Vidio bisa anda manfaatkan untuk membagi karya Vlog anda, dan menjadikannya uang sesuai dengan aturan monetizing yang ada di masing-masing situs.

2.       Video Journalist (VJ)

Satu profesi lain yang saat ini juga bisa dibilang sedang ‘naik daun’ di kalangan Freelancer Videografi. Sesuai namanya video journalist, berarti anda menjadi seorang jurnalis alias wartawan yang berbasis video.
Berbeda dengan reporter yang bertugas mengumpulkan data untuk dijadikan berita, sedangkan gambar video direkam seorang juru kamera, seorang VJ bertugas mengumpulkan data sekaligus juga mengambil  citra atau gambar yang sesuai dengan kebutuhan berita.
Seorang VJ memerlukan skill khusus yang memang aga berbeda dari Vlogger, VJ jelas harus memiliki kemampuan jurnalistik, karena harus mampu memproduksi dan menghasilkan berita dengan baik.
Dari segi peralatan sebagai VJ anda jelas memerlukan kamera yang memiliki spesifikasi khusus. Handphone jelas bisa anda pakai, saya menyarankan anda bisa menggunakan seri nya Xiaomi kalau budget anda masih terbatas. Jika ada lebihan uang Sony Xperia jelas jadi pilihan yang tepat.


Jika tidak ingin menggunakan HP anda juga bisa memakai alat rekam lainnya, paling praktis saran saya adalah camcorder, alias handycam. Peralatan yang satu ini sangat pas untuk liputan, anda hanya butuh satu-dua tombol saja untuk mengoperasikan.
Bagaimana dengan DSLR, sesuai pengalaman saya sangat tidak merekomendasikan kamera ini untuk VJ, selain bentuknya yang tidak simpel dalam genggaman, DSLR juga wajib menggunakan manual fokus dalam mode perekaman video, jadi bisa anda bayangkan bukan bagaimana repotnya harus cari fokus, sambil mengejar momen dalam liputan.
Bagaimana dengan peluang mendapatkan ‘rupiah’ dari VJ, ketika anda memang sudah memiliki kemampuan disini, peluang merupiahkan liputan anda terbuka lebar, mulai dari memonetise liputan anda di Youtube, hingga menjadi citizen journalism untuk televisi swasta baik local maupun nasional.
Ada reward yang akan anda bisa nikmati jika memang liputan anda bisa tayang di televise. Besarnya reward jelas berbeda diantara masing-masing stasiun televise.

3.       Art & Documentation Videografer

Untuk profesi freelancer yang satu ini, buat saya adalah yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Karena disini anda menghasilkan sebuah karya seni. Artinya anda dituntuk menghasilkan gambar yang terindah.
Namun sebenarnya apa sih Art videografer ini? Seorang freelancer yang satu ini, biasanya ia tidak bekerja berdasarkan uang, namun ia bekerja karena panggilan berkesenian. Meskipun mungkin karya yang ia hasilkan bisa masuk pada dokumentasi atau liputan, namun pengambilan gambar, pergerakan kamera dibuat semulus mungkin. Sehingga hasilnya terkesan dramatis dan sinematic.

Selain pada angle biasanya penekanan seorang art videografer ada pada proses editingnya. Mereka akan benar-benar fokus dalam editing video. Proses editing  bisa jadi akan memakan waktu cukup lama demi menghasilkan paket tayangan dengan gambar terbaik.
Terkait peralatan? Jelas jenis videografer yang satu ini memerlukan cost yang sangat tinggi, mulai dari kamera, asesoris hingga PC/laptop dan software editing itu sendiri.
Meskipun mahal, namun bukan berarti bagi anda yang baru memulai belajar videografi atau masih memiliki perlatan standar tidak boleh mencoba, silahkan saja. Tapi saran saya, minimal anda harus mengenakan kamera DSLR entri level untuk bermain di ranah ini. Canon EOS 1100-1200 yang memiliki harga bekas di kisaran Rp 2,5- 3,5 juta bisa menjadi pilihan yang tepat.

4.       Film Maker

Buat saya ini yang paling berat. Membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi dalam pengerjaanya, karena sebuah film merupakan karya seni sekaligus juga komersial yang menggabungkan hampir semua skill dalam videografi.
Sebagai pembuat film, anda harus bisa menyiapkan tahapan pra, produksi dan pasca (post) production.
Untuk urusan budget, film ini relatif saja, sangat bergantung film seperti apa yang anda ingin hasilkan, begitu juga dengan peralatan produksinya.
Peluang menghasilkan uang dari film maker, tidak terlalu besar. Jangankan mungkin kita yang freelancer, rumah produksi besar saja di Indonesia juga tidak mudah untuk bisa menghasilkan rupiah dari sini. Namun bagi anda yang tertarik dengan film making jangan berkecil hati, sebagai sarana apresiasi bagi karya anda, kita bisa memanfaatkan media sosial dan media berbagi video yang banyak beredar saat ini.

Siapa tahu dari rajinnya anda berbagi karya, eh dilirik sama produser besar dari Jakarta atau bahkan Hollywood heheh…

Seperti itulah gambaran profesi yang bisa kita lakukan dalam freelance videografi. Saya akan menjelaskan lebih detail satu per satu dalam artikel selanjutnya. Bagaimana pendapat anda? Silahkan bagikan disini.



0 comments:

Post a Comment