Saturday, June 11, 2016

Siapa Bilang Videografi itu Mahal?


Konsep Berpikir Videografi

Bila mendengar kata videography  atau videografi  biasanya afiliasi kita sudah membayangkan mahalnya peralayan yang harus disediakan demi sebuah pengambilan gambar. 

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah,namun saya bilang juga sangat tidak benar. Menjadi mahal jika memang kita menjadi seorang penggila tekhnologi dan dibutakan oleh prestis. Berusaha membeli peralatan terbaru yang jelas akan bisa membuat dompet anda bukan lagi jebol, namun harus anda gadaikan akhirnya , hanya agar terlihat up to date.

Namun jangan salah, karena dalam dunia videografi ‘kekuatan’ alat itu hanya sekitar 20% sedangkan 80% sisanya adalah kemampuan dan insting anda. Jadi yang terpenting jika memang anda berminat dengan videografi adalah skill anda sebagai videografer.



Jangan Ragukan Alat Apapun Yang Anda Miliki

Seringkali ‘alat’ alias gadget alias device menjadi kambing hitam seseorang tidak berani terjun ke dunia videografi. Mereka merasa alat yang mereka miliki jauh dari kata mumpuni, apalagi jika mereka tergabung dalam sebuah komunitas, yang sudah pasti ada gengsi disana.

Nah, pemikiran inilah yang harus berusaha anda hilangkan. Jangan pernah anda meragukan apapun alat perekam yang anda miliki. Syarat utama untuk bisa menjadi alat yang tepat jelas sangat simpel kok, yang penting bisa merekam gambar dan suara, yah sudah cukup begitu saja.
Apa yang anda miliki sekarang,  Ponsel pintar berkamera, camcorder standar atau handycam, kamera DSLR level menengah kebawah, atau bahkan kamera pocket digital yang mampu merekam gambar?  Semua alat tersebut bisa anda gunakan dalam membuat sebuah karya videografi, sekali lagi yang terpenting andalah insting dan kemampuan anda dalam menangkap gambar.

Belajar dan Bereksperimen

Setelah anda yakin dengan alat anda, hal pertama yang musti dilakukan adalah pelajari alat anda, pahami semua tombol dan kegunaannya, pastikan anda sudah mengenal karakternya dengan baik. Serta ketahui semua kelebihan dan kelemahan alat, sehingga anda nantinya tidak akan terjebak dalam kesalahan, dan endingnya lagi-lagi menyalahkan alat. Karena kata mantan Bos saya di salah satu stasiun televisi “Alat tidak pernah salah, yang salah itu yang pakai,” hehehe…
Setelah anda benar-benar mengenal alat, kini saatnya anda pelan-pelan mulai mengenal standar pengambilan gambar dan juga tehnik-tehnik dan sudut pandang yang baik untuk menghasilkan gambar dengan maksud tertentu ( bisa anda baca di bagian lain blog ini).
Tidak perlu anda terlalu fokus dalam belajar teori-teori ini, biarkan saja semua mengalir sambil jalan. Karena ilmu videografi ini ilmu terapan, ilmu yang dipelajari dari pengalaman, bukan sekedar tutorial semata.
Cukup dengan belajarnya, kini anda bisa mulai bereksperimen dengan beberapa skill yang telah anda pelajari sebelumnya. Praktekkan berbagai tehnik tersebut, sesuai dengan kebutuhan gambar anda.

Jangan Takut Salah !

Ini adalah sebuah kalimat yang patut anda resapi. ‘Jangan takut salah’, karena dengan gadget yang anda miliki berbasis penyimpanan dengan kartu memori, gambar salah anda bisa dihapus dengan mudah dan selanjutnya anda bisa beruji coba mengambil gambar lagi.

Nah sekarang anda bisa mulai mencoba dengan rasa percaya diri untuk bisa mengambil gambar yang baik. Intinya sebuah produksi yang baik, juga dihasilkan dari konsep yang tertata dan juga original. Selamat mencoba!





0 comments:

Post a Comment