Wednesday, July 20, 2016

Mengenal Tahapan dalam Produksi Videografi



Sebagai freelancer videografer, tentu kita tidak bisa lepas dari yang namanya beberapa rule of the game alias aturan baku, khususnya dalam tahapan produksi.
Produksi sebuah karya videografi yang baik, tidak bisa dilepaskan dari tahapan-tahapan ini. Secara garis besar, tahapan ini terbagi menjadi tiga, yakni pra produksi, produksi dan pasca produksi. Ketiga tahapan ini akan menentukan apik tidaknya karya video yang akan kita hasilkan.’
Apapun profesi freelance videografer yang anda tekuni dan rintis, alangkah baiknya memang tahapan proses ini bisa anda lakukan dengan tepat. Karena selain kreatifitas, kedisiplinan juga menjadi kunci utama dalam ketepatan produksi karya video.
Nah, kini mari kita simak secara lebih mendalam, bagaimana tiga tahapan produksi tersebut, serta tips dan trik nya.



Pra Produksi

Seperti arti bahasanya pra produksi secara harafiah memang diartikan ‘sebelum produksi’. Proses ini merupakan proses kreatif yang perlu kita jalani sebelum kita masuk dalam proses produksi inti. Dalam pra produksi ada beberapa hal yang perlu kita siapkan, antara lain :

1.       Tema/ Ide Dasar
Penentuan tema atau ide dasar yang tepat dan fokus, akan memudahkan anda dalam melakukan proses produksi. Sehingga dalam masa produksi nanti, ide atau pemikiran tidak akan melenceng dari inti nya.
Karena kebanyakan dari kita, ketika tidak menentukan ide dasar dan pengembangannya, malah akan tidak fokus saat produksi. Akhinya produksi menjadi lebih panjang, ide cerita berubah, dan tentu akan memberikan kerugian waktu dan finansial untuk kita.

2.       Storyline (Alur Cerita)
Apapun jenis karya yang akan kita garap tentu harus mempunyai alur cerita yang jelas, mengapa? Karena setiap karya videografi diharapakan punya cerita, meskipun mungkin anda akan membuat sebuah karya tanpa teks/ narasi dan dubbing (sulih suara).
Alur cerita juga akan sangat membantu anda dalam menentukan pengambilan gambar dari satu scene ke scene yang lain.

3.       Story Board (Alur Gambar)
Story Board sebenarnya merupakan perwujudan visual dari alur cerita. Berisi alur gambar termasuk juga sudut pandang pengambilannya, beserta dialog yang diperlukan.
Story Board akan sangat berguna bagi anda ketika berproduksi. Story board akan menjadi pemandu anda dalam melaksanakan sebuah produksi.
Biasanya para videografer freelance suka malas untuk membuat story board. Tidak bisa menggambar menjadi alasan utama mereka, tidak melaksanaka proses ini. Padahal dengan story board inilah semua alur dalam proses produksi bertumpu.

4.       Budgeting (Penentuan Dana )
Proses penentuan pendanaan sebelum produksi berjalan, teramat sangat penting untuk mengetahui berapa kemampuan modal kita dalam melaksanakan produksi dan mewujudkan ide yang mungkin kita miliki.
Proses budgeting biasanya diiringi dengan proses survey dan analisa lokasi dan kondisi tempat pengambilan gambar. Karena jarak, kondisi geografis dan juga berbagai hal yang terkait perjalanan, tentu akan mempengaruhi budgeting yang kita tentukan.
Bagi freelancer, penentuan lokasi biasanya akan mengambil peran lebih dari 60 persen budgeting, karena lokasi sudah bisa mempengaruhi banyak hal, mulai dari akomodasi, biaya perjalanan, serta makan dan minum. Baru sisanya digunakan untuk hal-hal lain seperti sewa alat dan sebagainya.



Produksi

Inilah proses yang dinanti-nanti para videografer. Ya, apalagi kalau bukan produksi. Banyak dari videografer pemula sangat mendewakan proses yang satu ini, dan terlalu fokus di dalamnya. Hasilnya? Kebanyakan akan terkendala proses produksi yang tidak fokus, karena bisa jadi ide-ide baru akan bermuculan ketika kita sedang melaksanakan proses kreatif ini.
Jadi apakah salah jika kita punya ide baru ditengah jalan? Sebenarnya tidak, karena bisa jadi ide baru anda akan lebih baik dari ide sebelumnya. Namun yang menjadi masalah, adalah ketika ide baru ini ternyata mengganggu jadwal dan budget produksi yang mungkin sudah anda tentukan sebelumnya.
Disinilah peran dari beberapa persiapan pra produksi kita akan terlihat. Storyline, story board dan budgeting lah yang akan menjadi panduan anda dalam melaksanakan proses produksi secara baik, aman, rapi dan tidak over budget.
Karenanya sekali lagi kita bisa mengetahui betapa pentingnya proses pra produksi dalam sebuah karya videografi apapun.
Dalam produksi ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, agar proses produksi tetap lancar dan berjalan tidak over budget.

1.       Selalu berpedoman pada storyline dan story board.
2.       Jangan mudah tergoda dengan ide baru saat produksi, karena belum tentu realistis.
3.       Selalu sediakan peralatan dan budget cadangan, sebagai langkah antisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses produksi.
4.       Bila anda bekerja dengan tim, selalu berkoordinasi dan coba saling mendengarkan pendapat dari masing-masing anggota tim, singkirkan ego pribadi anda.

Pasca Produksi


Yes produksi beres, tepat waktu dan tidak over budget! Hmm terdengar menyenangkan bukan? Namun kita belum bisa santai, karena setelah produksi usai masih ada satu proses lagi yang akan kita lakukan demi menyempurnakan karya kita. Yaitu adalah pasca produksi.
Pasca produksi ialah suatu proses akhir atau biasa disebut juga dengan istilah finishing, sebelum karya kita akhirnya diserahkan kepada klien atau bisa dinikmati publik.
Sama halnya dengan dua proses sebelumnya, pasca produksi atau post production juga sangat penting dalam videografi. Istilah katanya, disinilah semua bahan-bahan yang sebelumnya kita kumpulkan akan dimasak untuk disajikan. Jadi bagaimanapun apiknya bahan (gambar dari produksi), jika tidak dimasak dengan tepat di tangan chef (editor) yang tepat, tentu akan terasa tidak nikmat bukan?
Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang baik dari proses akhir produksi karya videografi ini. Dan berikut langkah-langkahnya.

1.       Review Gambar Produksi
Setelah melakukan kegiatan produksi, anda perlu untuk mereview atau melihat kembali hasil pengambilan gambar, sebelum semuanya dimasukkan dalam dapur editing.
Review awal ini diperlukan untuk selanjutnya bisa mempercepat dan mempermudah kerja editor di depan layar komputer.
Yang perlu anda lakukan saat review adalah memilih gambar-gambar paling berkualitas dan tidak salah. Hilangkan frame atau take-take yang salah, atau komposisinya anda nilai buruk.
Dengan anda sudah melakukan seleksi awal, dan meyerahkan bahan yang sudah terseleksi kepada editor, maka kinerja editor akan lebih mudah karena ia tidak perlu lagi melakukan pemilihan gambar kembali.

2.       Editing (sunting gambar)
Eng, ing, eng! Ini dia proses utama dalam pasca produksi, editing. Editing atau sunting gambar adalah proses pemasakan yang terpenting dalam menghasilkan krya videografi yang baik.
Untuk menghasilkan editan yang bagus, tidak hanya diperlukan software mutakhir dengan plug in wah, dan juga seorang editor berpengalaman tinggi. Namun ada satu hal penting lainnya, yaitu seseorang yang akan menyunting karya anda, haruslah memahami karakter dari karya yang ingin anda hasilkan sebagai videografer.
Paling aman sih memang kalau anda sebagai freelance videografer juga menguasai software dan tools edit video, namun bagi anda yang memang belum menguasai tidak ada salahnya menyerahkan hasil produksi anda ke freelancer yang bergerak di bidang editing. Ya itung-itung bagi rejeki juga kan gan? Hehehe…
Hanya saja, anda memang harus memilih dengan sangat selektif editor manakah yang ingin anda gunakan. Karena editing video itu seperti karya seni, jadi setiap seniman tentu punya karakter sendiri bukan? Nah, dari sinilah anda harus bisa mengenali dan memahami karakter karya editor seperti apakah yang akan cocok dengan karakter hasil karya akhir yang ingin anda ingin dapatkan nantinya.
Untuk mencari tahu bagaimana karakter editor, anda bisa bertanya langsung kepada mereka, atau juga mencoba browsing karya-karya mereka. Khususnya editor freelance biasanya sudah punya banyak karya yang disebar di media sosial sebagai portofolio mereka.
Yang terakhir, jika anda memang memanfaatkan jasa editor mandiri, upayakan membuat sebuah perjanjian terkait dengan batas waktu alias deadline dengan mereka sebelum memulai pekerjaan. Karena percayalah, deadline ini lah musuh besarnya para editor.

3.       Review Akhir
Final Review atau kembali melihat karya setelah dilakukan editing, adalah proses yang teramat penting. Dalam proses ini kita akan kembali melihat karya kita mulai dari awal hingga akhir. Dengan tujuan untuk mencari kesalahan-kesalahan atau detil yang mungkin terlewatkan.
Saran saya, untuk review akhir, jangan hanya anda sendiri sebagai videografer nya yang melakukan tinjauan. Ajaklah rekan anda, pacar, atau siapapun untuk melihat karya anda, karena niscaya mereka akan memberikan penilaian yang objektif terkait karya anda. Jika anda sendiri yang melakukan tinjauan, jelas akan subjektif, padahal yang harus kita ingat, karya yang dihasilkan juga untuk bisa dinikmati orang banyak.
Jika pula anda mengerjakan projek untuk klien, review akhir bisa anda serahkan atau lihat bersama dengan mereka. Tentu pendapat dari mereka akan semakin menyempurnakan karya anda, karena bagaimanapun ini orderan dari mereka. Hehehe…
Jika memang masih ada kesalahan dan detail yang kurang bagus, anda bisa segera kembali ke proses editing untuk melakukan perbaikan akhir, sebelum pada akhirnya karya anda akan diberikan kepada klien, atau dilepas ke pasaran.

Semoga sedikit tips dan trick proses produksi tersebut bisa membantu anda dalam menghasilkan sebuah karya, anda punya ide atau juga pengalaman yang lain dalam proses produksi? Silahkan tinggalkan komentar anda disini…




0 comments:

Post a Comment