Thursday, July 28, 2016

Mengenal Video Jurnalis dan Peluangnya


Video jurnalis alias VJ merupakan satu sebutan baru bagi seorang wartawan televisi, yang tugasnya bukan saja mengumpulkan data untuk dijadikan berita, namun ia juga harus cakap dalam mengambil gambar.



Istilah ini menjadi populer dalam 4 tahun terakhir, dan saat ini dipergunakan oleh sebagian kantor berita televisi nasional dan juga lokal.
Efektifitas kerja dan juga mobilitas yang tinggi membuat TV sekarang lebih senang menggunakan VJ daripada duet kameramen dan reporter.
Lalu jika VJ identik dengan televisi terestrial atau konvensional, bagaimanakah peluangnya bagi freelance videografer? Mari kita simak bersama.

Peluang dan Monetasi VJ
Jika anda tertarik menjadi VJ, banyak sekali peluang untuk memonetasi nya atau membuatnya menjadi penghasilan.

Konvensional
Peluang pertama, secara konvensional jelas ketika anda sudah memiliki skill menjadi VJ, maka anda bisa bekerja untuk stasiun televisi. Di sana anda bisa bekerja baik sebagai karyawan atau freelance jurnalis.
Jika memilih sebagai karyawan, tentu anda akan mendapat gaji tetap dan fasilitas kantor, namun tentu saja anda harus bekerja sesuai jam dan ketentuan lainnya di sana.

Namun di beberapa stasiun TV juga membuka peluang bagi VJ freelance. Di sini artinya sebagai jurnalis anda akan mendapatkan bayaran per berita yg ditayangkan. Bukan gaji bulanan seperti karyawan. Anda juga tidak akan diikat dengan jam kantor, sehingg anda tidak ada kewajiban untuk 'setor muka' ke kantor.

Alternatif
Pada masa digitalisasi serta online seperti sekarang ini, ternyata VJ juga tidak terpaku harus bekerja di televisi konvensional. Bila memang anda tidak terlalu nyaman bekerja di kantor orang, mengapa tidak anda menciptakan media/ kantor berita sendiri?
Caranya, anda bisa memanfaatkan tiga media sosial yg kini punya massa terbesar di dunia. Yaitu YouTube, Facebook dan Instagram. Ketiga platform ini sudah didukung fitur berbagi video, dengan karakter masing-masing.
Tiga medsos ini punya 'penduduk' yang sangat besar, artinya di sana memang ada pasar atau viewers untuk paket berita anda, dimana ada pasar tentu ada peluang monetasi.
Anda bisa melakukan proses monetasi dengan menggunakan beberapa Ads yang sekarang banyak beredar baik lokal maupun global.
Selain melalui Ads, monetasi VJ alternatif juga bisa dilakukan secara konvensional. Ketika memang viewers/ followers anda tinggi maka niscaya data- data tersebut sudah bisa anda pergunakan untuk berjualan ke pengiklan offline. Minimal produk anda akan mendapatkan endorse. Tapi tentu saja semua bisa dilakukann jika memang paket tayangan yang anda hasilkan berkualitas.
Hal Yang Perlu Disiapkan Untuk Menjadi VJ.

Sebelum anda memutuskan untuk menjadi VJ ada beberapa hal yang perlu anda persiapkan. Karena profesi yang satu ini memang juga memiliki tanggung jawab yang besar, berkaitan dengan berita yang akan kita produksi.

1. Pengetahuan jurnalistik
Sebagai VJ anda minimal harus memiliki minimal dasar ilmu jurnalistik dan juga memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Paling tidak anda harus memahami teori 5W 1H dan juga mengenal nilai-nilai berita, begitu juga dengan KEJ, yang menjadi pedoman dasar setiap insan pers di Indonesia untuk bisa bekerja.
Dengan tiga ilmu dasar tersebut, paling tidak anda sudah bisa mulai melakukan survey dan mengumpulkan informasi, yang selanjutnya akan diolah menjadi berita.

2.Teknik Pengambilan Gambar
Teknik pengambilam gambar pada paket berita video, sangat berbeda dengan video art atau dokumentasi.

Cut to Cut
Dalam video berita anda diharuskan memakai teknik cut to cut, artinya hampir tidak ada gambar pan dan tilt.
Untuk satu pengambilan gambar (frame) maksimal seorang video jurnalis hanya bisa maksimal 10 detik, sedangkan durasi ideal adalah 7 detik (kecuali untuk wawancara ).

Kesesuaian Gambar
Hal lain yang harus anda perhatikan, pengambilan gambar dalam video berita haruslah runut dan bercerita, artinya apa yang nantinya anda tuangkan dalam narasi gambarnya haruslah sesuai. Katakan anda dalam narasi menyatakan pasar, maka gambar pasar tersebut haruslah ada.

Edit by Camera
Tekhnik selanjutnya yang juga menjadi penting bagi seorang VJ adalah kecepatan. Karena salah satu keunggulan berita di TV selain menyajikan gambar adalah soal kecepatan, apalagi jika anda di TV online. Karenannya gambar yang dihasilkan haruslah efektif dan tidak terlalu banyak frame.
Untuk itu setiap VJ harus menguasai tekhnik edit by camera. Artinya urutan gambar yg ingin anda sajikan, diusahakan sebisa mungkin sama dengan runutan pengambilan gambar di lapangan. Hal ini akan memudahkan editor, dan memotong waktu kerja mereka. Sehingga berita pun bisa segera disajikan kepada pemirsa.

Nah setelah anda bisa menerapkan tekhik tekhnik di atas, maka anda akan sedikit-demi sedikit menguasai ilmu menjadi seorang VJ, satu hal lagi yang bisa menambah skill anda adalah, jangan pernah bosan untuk memperhatikan gaya-gaya penyajian berita di berbagai TV terestrial.
Selamat mencoba!

0 comments:

Post a Comment