Tuesday, August 2, 2016

Mengenal Lebih Dalam Persiapan Produksi Videografi Demi Hasil yang Maksimal


Jika Sebelumnya saya menjelaskan secara umum tentang tahapan videografi dan tips-tipsnya, maka kali ini saya akan lebih fokus pada persiapan produksinya, atau apa yang dikatakan sebagai pra produksi. 


Saya ingin berbagi pengalaman dan ulasan tentang tahapan awal produksi ini secara lebih mendalam, karena menurut saya pra produksi adalah tahapan terpenting dari sebuah karya videografi. Mengapa begitu, mari kita simak dengan lebih mendalam.
Apapun karya videografi yang akan anda kerjakan, entah itu berupa vlog, paket berita, art dan dokumentasi, apalagi film, tentu memerlukan persiapan yang matang dahulu sebelum mengeksekusinya. Apalagi bagi anda-anda yang seorang freelancer videografer, persiapan dengan tepat dan matang akan sangat penting bagi hasil karya anda nantinya.
Yang pertama harus kita siapkan adalah tema dasar alias konsep. Poin inilah yang akan mendasari semua langkah berikutnya dalam pra, produksi hingga pasca nantinya. Tema harus bisa anda tentukan dan mantapkan, karena sangat berbaahaya bagi produksi anda, jika nanti tiba-tiba di tengah jalan anda mengalami perubahan tema, karena otomatis semua persiapan produksi sebelumnya akan sirna.
Setelah konsep berpikir dan tema sudah anda tentukan, tahap berikutnya yang bisa anda lakukan adalah analisa dan survey. Dengan melakukan analisa maka kita akan menemukan berbagai hal yang akan mendukung atau bahkan juga kelemahan dari konsep yang telah kita tentukan sebelumnya. Sedangkan survey diperlukan ke lokasi pengambilan gambar dan juga poin of interest dari karya anda untuk bisa mengetahui bagaimana kondisi di lapangan dan apa saja hal-hal yang perlu diantisipasi demi kelancaran produksi.
Contohnya, anda akan menyiapkan produksi paket berita features tentang wisata air terjun. Maka anda harus mengalisa dahulu kira-kira air terjun mana yang tepat dan mengapa harus air terjun tersebut, serta mencari pembandingnya demi bisa mendapatkan tema yang matang. Setelah tema anda tentukan, barulah kita bisa melakukan survey ke area air terjun tersebut. Dengan membuat sekedar catatan kecil tentang kondisi di lapangan, maka anda  akan mampu memprediksi kesulitan yang akan anda hadapi, ataupun juga hal-hal menarik yang bisa anda masukkan dalam sudut pandang pengambilan gambar.
Setelah dua proses awal tersebut dilalui, berikutnya anda mulai harus menyiapkan skenario (storyline) dan juga daftar cerita bergambar (storyboard). Pada kedua alat bantu produksi inilah anda harus benar-benar bisa mengeksplorasi daya kreativitas anda.
Membuat storyline sama halnya dengan anda membuat sebuah skenario atau mirip-mirip cerpen atau mungkin mengarang indah yang dahulu saat SD anda sering membuatnya sebagai tugas sekolah. Bagi anda freelancer, anda bisa membuatnya dalam sebuah catatan sederhana baik itu di secarik kertas atau juga note pada smartphone anda.
Setelah storyline jadi, kini tugas anda berikutnya adalah menuangkan apa yang ada dalam storyline tadi ke dalam bentuk gambar alias storyboard. Storyboard bibikin scene to scene atau dari satu adegan ke adegan yang lain.



Disamping membuat sudut pengambilan gambarnya, anda juga bisa menuliskan dialog dan durasi kedalam storyboard anda. Selain juga beberapa catatan khusus yang penting bagi anda sepanjang produksi.
Untuk bisa membuat sebuah storyboard anda tidak haru jago gambar kok, buatlah sebuah gambar sederhana, yang penting bisa anda atau tim anda pahami.
Nah, catatan storyline dan storyboard ini nantinya akan sangat membantu untuk memandu anda dalam proses produksi. Sehingga niscaya produksi anda akan bisa ontime serta tidak over budget. Disamping itu storyboard dan storyline juga bisa menjadi guidance alias petunjuk bagi editor saat mengerjakan video anda. Karena nya pasca produksi anda jangan buang storyboard dan storyline, karena akan berguna bagi editor nantinya.
Seperti itulah hal-hal penting yang bisa anda persiapkan sebelum memulai produksi. Percayalah sama saya, persiapan pra produksi yang apik akan menghasilkan karya yang OK, begitu pula sebaliknya, ketika anda meremehkan pra produksi 90 persen karya anda akan kacau.

Bagaimana apakah anda punya pengalaman lain tentang tahapan pra produksi? Silahkan bagikan dengan kami di sini. 

1 comment:

  1. wah cukup menarik juga ya persiapan produksi videografi ini

    ReplyDelete