Thursday, January 5, 2017

Memahami dan Menyikapi Dengan Bijak 'Badai' Suspend Youtube


Dalam beberapa bulan terakhir para Youtuber di tanah air dilanda keresahan luar biasa, apa lagi kalau bukan sola ‘badai suspend’ yang mengganas dan melahap begitu banyak kanal. Bahkan jika sebelumnya hanya kanal –kanal yang ditenggarai sebagai reupload, namun akhir –akhir ini kanal dengan konten ori pun tak lepas dari sapuan ‘badai’ ini.
Penulis sendiri merasakan juga dampak dari badai yang mulai berhembus sejak Bulan Oktober 2016 ini. Beberapa kanal yang dikelola juga mengalami, bahkan sebuah kanal baru yang dibuat dengan akun Google fresh pun bisa langsung hilang tanpa  pemberitahuan sebelumnya. Wow ngeri coy!
Nah, dari sinilah penulis mencoba beberapa eksperimen dan analisa terkait dengan apa yang terjadi dengan YouTube, dan minimal bagaimana agar aman dari ‘badai’ yang tampaknya tak kunjung reda ini.
Memahami penyebab Suspend (video)
Sebenarnya apa penyebab suspend? Semua sejatinya sudah dijelaskan dengan sangat mendetail di bagian bantuan dan juga panduan YouTube. Namun secara singkat mungkin ada beberapa hal yang menyebabkan suspensi ini, khususnya terkena badai.
1.       Video non ori (re-upload)
Video yang full rupload tanpa tersentuh editing jelas jadi suspect utama yang terkena badai suspend. Penulis pernah melakukan ujicoba sebuah video reupload dengan monetasi, dalam waktu kurang dari 1x24 jam bisa langsung hilang, bukan saja video nya namun langsung bersama kanal nya.

2.       Video recycle
Video daur ulang juga menjadi korban teratas berikutnya dari badai suspend. Tampaknya algoritma dan bot Google Youtube sudah semakin canggih untuk bisa mendeteksi adanya reupload di sebuah video.

3.       Video yang melanggar pedoman komunitas
Video yang semacam ini tampaknya sekarang sudah tidak lagi mendapat SP (peringatan 1,2 dan 3 seperti sebelumnya, namun yang ada langsung dibabat habis oleh Youtube, tanpa ada peringatan.

Selain tiga jenis video di atas, ada satu hal yang sama, yaitu video yang dimonetasi. Penulis pernah mencoba mengunggah sebuah video reupload tanpa monetasi, hasilnya masih aman dan paling banter hanya peringatan. Namun, ketika video yang sama dicoba monetasi maka hasilnya kanal langsung menghilang.

Mengapa ‘Badai’ Ini Muncul?
Dari analisa penulis, badai ini sebenarnya menyerang secara global. Namun memang serangan di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia terasa lebih masif. Mengapa begitu?
Hal tersebut rupanya tak lepas dari tekanan pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo  kepada YouTube khususnya untuk menghilangkan banyak konten, khususnya yang terkait dengan paham radikal dan juga hal berbau p*rn*graf* dan juga s*ks. Disamping juga banyaknya masukan dan flag dari para pemilik konten besar yang video kanalnya jelas –jelas di reupload.
 Rupanya, tekanan - tekanan inilah yang langsung disikapi Youtube dengan membuat bot baru yang jauh lebih ganas dari sebelumnya. Sehingga akhirnya membuat banyak kanal (khususnya kanal reupload dan baru langsung terlibas habis).
Disamping itu, adanya masalah perpajakan dengan pemerintah Indonesia rupanya juga memaksa Youtube untuk memutar otak mencari solusi, karena bagaimanapun Indonesia adalah pangsa pasar terbesar mereka, namun pajak Rp 4Trilyun juga jelas bukan jumlah yang kecil untuk  dibayarkan.
Mau tidak mau tampaknya hal ini membuat manajemen Google yang juga menjadi induk dari Youtube membuat penghematan besar, dan salah satunya adalam melalui ‘penertiban’ kanal di Youtube ini. Dengan begitu mereka jelas bisa menghemat space server.
Bahkan tampaknya untuk masalah pajak ini juga berdampak pada CPC dan impresi iklan yang semakin seret dari hari ke hari, khususnya di Youtube.
Hal tersebut mungkin bisa dilihat dari bagaimana ganasnya bot Youtube saat ini menyerang kanal – kanal baru yang reupload dan memonetasi. Bahkan kurang dari 24 jam sebuah kanal bisa di babat. Wow!

Lalu adakah cara untuk menghindar dari badai ini?
Sebenarnya penulis juga belum bisa memastikan benar cara terbaik untuk menghindari hal tersebut. Tapi dari beberapa ujicoba dan analisa yang dilakukan penulis, memang ada beberapa hal yang bisa membuat sebuah kanal bisa selamat dari badai ini.

1.       Jangan memonetasi video
Berat? Jelas memang, namun ternyata hal ini teramat sangat efektif. Bahkan sebuah video yang jelas – jelas reupload pun bisa selamat. Jadi saran penulis, paling tidak anda jangan terlalu terburu – buru memonetasi video, khususnya bagi anda pemilik akun Google baru.

2.       Hindari Reupload dan video yang bersebrangan dengan pedoman komunitas
Sekali lagi, hindari reupload, khususnya dengan editan yang minimalis, karena inilah video yang tampaknya jadi target utama bot Youtube, disamping juga video yang jelas –jelas melanggar pedoman komunitas

3.       Pilihlah Judul, Deskripsi, dan Tag dengan tepat
Pemilihan judul, deskiripsi dan meta tag dengan tepat dan lengkap rupanya juga menjadi faktor kesekian yang ‘sementara’ ini bisa membuat kita aman dari badai suspend. Sebisa mungkin hindari judul video yang sama dengan video lain, begitu juga deskripsi. Untuk meta tag, usahakan jangan terlalu banyak tagging, atau video anda akan dianggap spam dan berakhir dengan suspend.

Hal – hal yang dituliskan dalam artikel ini sebenarnya belum pasti, karena hanya berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Karena memang belum ada juga keterangan resmi dari pihak Youtube. Yang bisa dipastikan bahwa sudah nyata Google menghapus jutaan akun yang dianggap spam dan menyebarkan hal –hal berbau pembajakan selama 2016.
Jadi, tetap kreatif dan selalu Senang Video ya pembaca!


1 comment: