Friday, February 1, 2019

3 Langkah Mudah Menyiapkan Channel YouTube Anda Siap Dimonetasi

source: behave.com

Menjadikan hobi sekaligus penghasilan, tentu ini adalah hal menyenangkan, yang kini banyak diburu orang melalui kanal berbagi video YouTube. Namun dewasa ini bukan hal mudah untuk bisa bergabung sebagai partner YouTube dan membuat video anda mendapatkan iklan yang berujung pada penghasilan anda.

Dari waktu ke waktu, YouTube semakin memperketat peraturan untuk bergabung sebagai publisher mereka. Jika beberapa tahun yang lalu, channel baru sekalipun bisa langsung mendapatkan iklan, namun kini tidak lagi. 

Untuk bisa menjadi partner YouTube setiap channel diwajibkan sudah memiliki 1000 subscriber dan 4000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir. Itu pun tidak langsung diterima, melainkan masih akan direview secara manual oleh tim YouTube, sebelum mereka memastikan channel anda layak menjadi partner publisher mereka.

Melihat angka 1000 subscriber dan 4000 jam tayang memang terlihat menakutkan. Namun sebenarnya jika kita bisa menyiapkan dengan baik dan benar, maka angka di atas hanyalah sekedar angka, bukan suatu hal yang perlu dijadikan momok.

Lalu, seperti apakah tips dan trik untuk bisa diterima dan melewati persyaratan tersebut dengan mudah, tanpa harus melakukan  pelanggaran dan kecurangan yang tidak diperbolehkan oleh YouTube? 

Simak ulasan 3 langkah menyiapkan channel anda untuk dimonetasi berikut ini:

1. Mempesiapkan 'alat dan bahan'

source: progressnews.com
Masuk ke dunia 'peryoutube'an' bagi saya sama seperti kita mau memasak. Sebelum memulai harus mempersiapkan alat dan bahan dengan sebaik mungkin, demi menghasilkan masakan yang enak.

Namun, tentu saja bahan - bahan di sini pastinya bukan tepung dan gula, hehehe. Tapi alat dan bahan yang saya maksudkan adalah seperti apa alat - alat yang kita persiapkan untuk 'nge-youtube' dan juga ide - ide nya. 

Untuk alat sendiri, sebenarya untuk bisa menjadi partner YouTube yang baik, tidak harus memiliki alat - alat kelas tinggi. Apapun yang anda miliki, mau handycam jadul atau sekedar hape berkamera itu sudah cukup, asal bisa menghasilkan gambar dan suara dengan baik. 

Kemudian yang utama kedua, tentu adalah peralatan untuk melakukan editingnya. Tak perlu berpatokan pada PC dengan spek gahar, namun ponsel pintar yang saya yakin ada di genggaman anda itu pun sudah cukup. Berbagai aplikasi editing sekarang bisa dengan mudah anda unduh. Tentu jangan lupa untuk mempelajari editing nya dengan baik.

Selanjutnya, untuk alat apa saja yang mau digunakan, ini pun sangat menyesuaikan dengan channel apa yang ingin anda garap, vlog, dokumentasi, gaming, atau tutorial? Semua memerlukan spesifikasi alat yang berbeda. Namun sekali lagi saran saya, tidak perlu alat - alat mahal, yang penting cukup dahulu, untuk memulai beraksi di YouTube.

Kemudian terkait dengan bahan, inilah yang menurut saya jauh lebih penting dibanding alat. Karena konsep dan ide ini lah yang paling mahal ada di dunia industri kreatif seperti YouTube ini

Sebelum anda memulai channel, anda harus sudah mempersiapkan konsep dan juga ide video yang mau anda hasilkan. Saran saya, jadikan hobi dan kegemaran anda sebagai sebuah video. Karena melakukan sesuatu yang berkaitan dengan hobi jelas tidak akan membuat kita kelelahan dan bosan.

Hal selanjutnya yang bisa anda lakukan setelah menemukan ide, adalah mulai mencoba mengamati channel YouTube yang punya kesamaan dengan tema video anda. Dimana, hal ini bukan berarti anda harus mencontoh atau menduplikasi, namun setidaknya, anda bisa menemukan refrensi dan mempelajari kesulitan - kesulitan yang mungkin muncul saat proses produksi video.

2. Produksi video dan ujian kesabaran 

source: wallstreet.com
Inilah momen penting dalam menyiapkan video anda untuk siap dimonetasi. Dimana, boleh dibilang semua daya upaya anda akan diuji demi bisa memenuhi persyaratan (1000 subs dan 4000 jam tayang) untuk bisa mendapatkan iklan dari YouTube. 

Bagi saya dalam tahap awal, anda bisa menomorduakan kualitas video, namun lebih penting anda untuk bisa punya jadwal tetap dalam melakukan produksi dan pengunggahan video ke YouTube. 

Setelah anda sudah mulai memiliki jadwal tetap, maka anda mulai diwajibkan melakukan pengamatan dan analisa bagaimana 'kelakuan' para pemirsa anda, untuk mengetahui video seperti apa yang lebih mereka sukai. Setelah itu, baru anda bisa mencoba memperbaiki video, entah itu dari segi kualitas, konsep, dan lain sebagainya. 

Sangat saya sarankan anda untuk selalu membuat video se orisinil mungkin. Selain video, juga upayakan agar musik latar belakang yang anda gunakan bebas dari hak cipta. Paling aman anda bisa mendapatkannya dari YouTube music library. 

Ujian kesabaran memang ada di sini. Karena bagi anda yang baru memasuki dunia YouTube, jangan harap anda bisa langsung mendapatkan subs dan viewers dengan cepat. Kecuali anda artis atau pesohor.

Sehingga yang bisa anda lakukan, adalah dengan rajin mengunggah video, sesuai dengan kemampuan anda, mempelajari perilaku pemirsa, berinteraksi dengan mereka sebaik mungkin. 

Selain itu, jangan pernah lupakan trik SEO On Page dan SEO off page, demi bisa mendapatkan kredibilitas yang baik bagi channel anda, sehingga YouTube sendiri tidak segan - segan untuk bisa merekomendasikan video anda kepada para pemirsa nya. 

Karena dengan rekomendasi video ini, anda sudah tidak perlu repot lagi untuk share sana -sini demi bisa mendapatkan pemirsa dan pelanggan. 

3. Durasi video adalah kunci

washingtonpost.com

Ketika kita bicara jam tayang, artinya kita sedang mendiskusikan seberapa lama pemirsa bertahan menyaksikan video anda. 

Video dengan durasi pendek (1-2 menit) menurut saya, akan membutuhkan waktu yang lama demi bisa memenuhi persyaratan jam tayang. Bisa saja memang, tapi anda membutuhkan penonton yang sangat banyak, apalagi jika jumlah konten video anda masih sangat minim.

Sehingga saya sarankan, untuk memproduksi video dengan durasi yang lumayan panjang. Setidaknya untuk bisa cepat memenuhi persyaratan ini, anda memerlukan video dengan durasi minimal 5 menit. Namun paling ideal adalah video dengan durasi 10 menitan. 

Tapi tentu saja, anda juga harus menyiapkan konten anda dengan baik betul, agar pemirsa benar - benar mau berlama - lama menghabiskan waktu melihat video anda. Karena jika isi nya mereka anggap kurang menarik, maka rasa - rasanya, kita hanya buang - buang waktu membuat video berdurasi panjang ini. 

Dengan video berdurasi panjang, selain mempercepat proses pemenuhan syarat jam tayang, juga bisa menjadi senjata untuk meraih subscriber lho, kok bisa? 

Ya bisa, karena pemirsa yang sudah betah melihat video kita, pasti ingin melihat produksi selanjutnya, dan mau dengan penuh keikhlasan melakukan subs ke channel kita. Selain itu karena mereka nilai bagus, bukan tidak mungkin, mereka juga akan merekomendasikan channel kita kepada teman - teman dan saudaranya, atau juga membagikan di media sosial. 


Itulah tadi, 3 tips dan trik untuk mempersiapkan channel YouTube kita agar siap untuk dimonetasi dengan cepat dan aman. 

Selamat ber-YouTube ria ya!!!











0 comments:

Post a Comment